Raja, Ratu, dan Rahasia in Review

Sebenernya Raja, Ratu, dan Rahasia sudah dibeli sejak bulan lalu, cuma belum sempat dibaca. Semacam (sok) sibuk dan semacamnya. So, novel ini sengaja di bawa pulang untuk dibawa kembali ke Bandung, biar bisa dibaca menunggu terbang atau sekedar membunuh bosan di dalam travel. 4 hours is long time enouh.

Why I bought this novel? Hanya karena tergoda oleh novel pertama Wulanfadi. Walau awalnya hanya berniat menemani seorang Amelya shopping, tapi tak urung pulang membawa beberapa beberapa novel. Terjerumus oleh godaan diskon.

 Berbeda dari novel pertama atau entah aku yang mendadak turun pentium, di beberapa bab awal aku harus membalik ke halaman sebelumnya untuk memastikan alur cerita. Percakapan aa Raja-Ratu kok rasanya lumayan lebay, tapi mungkin saja memang begitu percakapan ala ABG di tahun 2000s. Menggelikan.

Hubungan Bunda Mitha dan Ratu juga kok kayaknya disambung sambungkan asal nyambung saja. Berbekal sahabat karib masa SMA yang sehati dan reuni di supermarket ujung-ujung ngajakin Ratu tinggal temporary di rumahnya. Di sisi lain, Ratu terlalu besar untuk ukuran anak 2 SMA yang tidak mandiri, harus main dititip-titip segala, parahnya ke anak 3 SMA. Cuma beda satu tahun. Awalnya mengira yang harus dijaga Raja adalah anak Tk atau SD, eh ternyata 2 SMA. Duh Biyung.

Konflik cerita yang ditengarai oleh komplotan rahasia rasanya teralu diada-ada untuk menjadi basis pertengkaran. Tidak substansial. Pun termasuk alasan Raja membenci komplotan rahasia. Ribut dan damainya ala Raja-Ratu juga khas ABG labil. Oh My.

Keputusan Raja ga jadi apply beasiswa ke Paris sangat disayangkan. Anak SMA labil: cinta mengalahkan segalanya. I mean, at leats you try, for your own future. Kesempatan yang sama ga akan datang dua kali. Si Pacar udah rela LDR pula, belum tentu bakal nikah juga. Minimal apply ke Singapura lah. Tempat si pacar.

Enth kenapa ending dibuat begitu mudah. Ngambeknya si Ratu yang sudah 5 tahun dan dilengkapi dengan drama lempar sendal jepit luluh hanya dengan pertanyaan “Ratu masih marah?”. Too easy.

Novel ini beruntung memiliki trio Edo-Ladit-Resta yang jadi pencuri scene. Kocak. Nakal boleh bego jangan.

Frankly speaking, membaca novel ini membuat aku cukup merasa ngeri. Apakah memang begini kehidupan anak SMA zaman sekarang. Kayak ginikah gaya pacaran ABG sekarang yang dengan mudahnya peluk-peluk. Semacam suram. He is not your husband, and maybe won’t.

Finally…

Nyesel karena ga sesuai ekspektasi ya?

-Ladit-

Yes. More and less

About Meuthia Handayani

complicated..

Posted on July 11, 2016, in My Colourfull Days. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. tp menurut saya.. raja ratu dan rahasia cuma bacaan ringan anak remaja, so tidak bertujuan memberatkan pembaca. mungkin raja ratu bersikap begitu karena kedekatan mereka(?). Kadang, kesendirian membuat kita ingin melakukan hal yg tdk2 (apalagi Ratu telah kehilangan kedua orgtuanya), so Reon berpikir lebih baik mencari teman utk Ratu, dan teman itu adalah Raja, sosok gokil yg selalu bisa membuat Ratu bahagia. dan soal raja yg gjd ke paris, di ending pun raja tetap ke venesia kan? Cinta could change everything, kenyamanan membuat org tdk mudah melepasnya gt aja, tp untuk yg ini, sy setuju krn raja kurang mempertimbangkan masa depannya.
    at least, that’s just my opinion.

  1. Pingback: Raja, Ratu, dan Rahasia in Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: