Konspirasi

Realita memang terkadang menyakitkan dan kita dituntut untuk belajar banyak darinya. Ada yang bilang kita harus melewati hujan agar bisa menikmati indahnya pelangi.Hanya saja kita tidak tahu kapan si hujan akan mereda dan berhenti, dan entah kapan si pelangi akan muncul. Yah, anggap saja ada seseorang yang tengah bosan menuggu pelangi yang belum muncul lagi.

Menyakitkan ketika pernyataan yang diberikan pada awalnya ternyata tiba-tiba berubah dan diubah oleh salah satu pihak. Diberi harga mati, dengan kata-kata untuk kepentingan bersama. Karena diawali tanpa hitam di atas putih, setengah pasrah lah diri ini dibuatnya.

Penawaran diajukan. Setengah memaksa. Dengan kata-kata yang memojokkan, seolah semua salah dan ego itu ada pada kami (me and another one). Oh, come on! Akui saja salah itu. Tidak perlu keluar kata maaf, hanya saja akui salah itu. Tapi keangkuhan menutupnya. Dengan sempurna.

Diundang, datang, menunggu, kemudian untuk diabaikan. Whoaaaa. It hurts!

Menangis? Iya!

Sesuatu yang diketahui setelahnya adalah, terimakasih dengan tulus kuhaturkan, karena memberi pelajaran bagaimana seseorang ingin diperlakukan dan tidak ingin diperlakukan.

About Meuthia Handayani

complicated..

Posted on February 26, 2016, in My Colourfull Days. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: