dan Aku pun Dipangil “Ibuk”

Dulu, semasa PKPA sama magang, aku selalu heran kenapa lah apoteker-apoteker yang masih pada muda-muda itu betah dipanggil Ibuk oleh para asisten, padahal usia tidak jauh berbeda. Pastilah perbedaan usia itu tidak melampaui jumlah hitungan jari.

Sekarang, setelah kejebur (tercelup, mungkin) di dunia kerja, ternyata aku harus mengikhlaskan dipanggil Ibuk. Risih gilak. Pengen yang, “Hey hallo, I’m still in my 20s, you know?!”. Namun sesuatu yang bernama protap berkata demikian. Dan kemudian saya tak peduli.

Ah, mungkin apoteker apoteker yang (dahulunya) masih muda-muda itu pun demikian.

About Meuthia Handayani

complicated..

Posted on October 27, 2015, in Play Ground. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: