Surat Keterangan Domisili Part 1

Sebulan kurang dua minggu menempati play ground yang baru. Entah ke depannya akan bertahan atau enggak. Karena ternyata masih ngerasa ini bukan dunia yang aku mau. Dan masih ga ada alasan kenapa hampir sebulan yang lalu itu datang dan main tanda tangan kertas.

Yak back to the topic.

Play ground yang baru mengharuskan aku mengurus surat keterangan domisili. Biasa. Administrasi. Dan kenapa siiiih mengurus segala sesuatu itu di susah-susah-in administrasinya. Mesti muter-muter berbelit belit. Ugh!

Mulai mengurus sebulan yang dulu. Dari RT aja udah minta surat keterangan domisili dari wilayah asal. Grrr. Syarat yang membuatku mundur untuk ngurus ATM. Oke, udah. Sampai RW juga oke udah. Sampai kantor kelurahan main tolak aja, they said surat keterangan domisili cuma untuk penduduk asli saja.

Ok pulang dengan rada gontai, capek jalan cuy. Ngadu ke si Ocy, eh.. katanya dapet tuh. Grrr. Apaan coba. Dualisme keputusan di tempat yang sama. Trus coba lagi seminggu setelahnya, nungu jadwalku libur. Eh bapaknya lagi apel di kecamatan. Trus ditinggal deh itu surat pengantar. Ada pesan kalau aku akan dihubungi kalau suratnya sudah jadi.

Teruuuuus ga di sms sms dooooong. Apaan coba. Datang lagi. Eh ternyata lagi pada sidak apaaaa gitu. Ga ada juga. Oke ya sudahlah. Mbikin jadwal untuk hari Senin. Trus ternyata keputusannya balik lagi ke ga bisa dong. Apaan coba!

About Meuthia Handayani

complicated..

Posted on February 16, 2015, in Play Ground. Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. Jadi kamu sekarang dimana muik??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: