Fetih (1453) – Apaan Sih ni Film?

Siapa yang paling pinter ngekritik? Ituuuu orang yang nonton dari tribun penonton atau layar kaca, sedangkan pemain bola -atau yang lainnya- berusaha mencegah gawangnya kebobolan atau sedang bahu-membahu mengatur serangan untuk sekedar membuat satu gol. Ituuuuu orang yang kerjaannya cuma duduk diem di bioskop atau di depan kotak hitam ngelihatin film yang ngabisin biaya ga sedikit. Aku? keduanya. Lebih tapi lebih sering yang kedua, karena porsi nonton film yang lumayan besar.

Sasaran hari ini adalah Fetih (1453) yang lumayan menghabiskan tempat di komputerku, 2 GB sekian lah.. bisa muat 4 film itu! Film lama? biarin, baru dapet sekitar 4 bulan lalu. Film ini termasuk film yang awalnya sayang untuk ditonton, karena sekitaraan 2 tahun yang lalu sempat diminta cariin sama Moluska -bukan nama sebenarnya-, lumayan recomended kata beliau walaupun belum nonton, mungkin karena latar belakang ceritanya. Penaklukan Konstantinopel. So, sampai sebelum nonton tadi sih aku mengira film ini bagus versi aku. Tapi ternyata! Ini film apaan siiiiiih!

Dari latar belakang sejarah dan lain-lain aku no comment lah yak. Gak berani. Gak tau, jadi.. skip, biarkan yang lebih ahli yang berbicara.

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.”

[H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]

Maka dalam pikiranku, ini film heroik. Visualisasi sejarah maybe?! Tapi ternyata memang fim ini di set hanya sebatas hiburan saja.

Istrinya sultan di film glamorous euy. Ga pake jilbab pula. #apa-apaan inih!Trus dandan wae kerjaannya. ckck

Ini film salah judul kali yak. Kok yang jadi hero dengan sangat epiknya di akhir cerita si Hasan?! -tokoh fiktif atau ga aku ga tau-. Not to mention yang lebih sering nongol di depan layar juga si Hasan. Trus #yakali dia menjalin cinta -well, ga tau padanannya- sama Era. Islam? ga tau, ga pake jilbab tuh. Ga ada adegan sholat juga. Trus pake acara tidur bareng, kissing, hugging, ampun laaaaah, salah adegan ini. Trus berasa di ending ini si Era ngelus-ngelus perutnya, menyiratkan kalo lagi hamil gitu. Kepalaku berdenyut-denyut liat ni film.

Jadi…. ini film apaaaaan siiiiiiih?!!!!

About Meuthia Handayani

complicated..

Posted on December 26, 2014, in My Colourfull Days. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: