Pertamakalinya Ikutan Giveaway

#revised edition 20 December 2014, Why? setelah beberapa hari posting ini aku baru sadar kalau semua linknya bermasalah.. dan begitu juga Link pada page Links yang bisanya berfungsi dengan baik dan benarūüėÄ

And here we go, postingan ini untuk mengikuti Giveaway #ResiduNamarappuccino

Kalo ga salah udah dua kali aku nge re-blog tulisan dari Namarappuccino.com, tenang aja Mas Ara, aku kasi sumber dan link-nya kok, hehe

Aku lupa sih tepatnya kapan landing dengan nyamannya di namarappuccino.com, seingatku waktu itu tengah kuliah semester genap, dan kalau ga salah sekitaran bulan September 2013, and I love it. Ga baca semua tulisannya sih, masih sok sibuk dengan serbuan tugas kuliah, jadi beberapa older post dan tulisan-tulisan yang judulnya terpampang di sidebar. Dan tetap suka. Tapi pertanyaannya bukan itu kan yak? Mendapatkan namarapuccino.com itu dari tautan yang ada di blognya Mbak Ninda. Sedang bosan dengan bacaan kuliah yang ga ada habisnya, membuka satu persatu tautan yang ada di blog teman atau pun blog yang sering dikunjungi. Sekedar mencari inspirasi dan suntikan semangatūüėÄ Dan begitulah, sejak saat itu jadi pelanggan tetapnya namarappuccino.com.¬†All thanks to Mbak NindaūüėÄ

Abis pulang dari namarappuccino.com kadang nambah galau sih. Dulu, dan mungkin sekarang, untuk setiap postingan atau quotenya yang kadang mbikin ngerasa “jleb”. Tapi aku juga membawa pulang kata-kata yang sukses menggambarkan apa yang lagi dirasain. And here I am..

Pada waktu itu dan hingga saat ini sepertinya¬†Dua Jam Terpanjang masih menjadi favoritku. Romantic. Sad. Tragic. Well, sembari berdo’a aku tidak mau berada di posisi itu. Berkhayal pun tidak.¬†Karena Aku Ingat. Paling tidak pada masa¬†itu, walau ternyata¬†bukan untuk waktu yang lama. Tapi pernah ada. Pernah merasakan Begitu Ada Kamu, ketika¬†semua bisa buyar hanya dengan kata Hai, atau pun senyum itu. Tetap saja¬†dia tidak tahu siapa yang bertanggungjawab atas pupil mata yang tiba-tiba membesar ini ketika melihatnya. Karena sungguh¬†Tidak Bisa Sebagian Saja. Seutuh-utuhnya dan sejatuh-jatuhnya. Tapi ternyata¬†kemudian semua itu berlalu dan habis. Sampai Sekarang, meski hampir tanpa jejak. Hanya kenangan – ingatan- itu terkadang masih suka bermain dibenakku. Sering. Dalam diam. Masih. Masih tersenyum ketika ingatan itu datang, tapi ternyata setelah itu terkadang¬†sakit. I still feel the pain in my chest.

Lantas aku bisa apa karena ternyata kamu tidak tahu kan, kalau aku cintai diam-diam? And, you know what? Aku sudah berusaha melepasmu dari kepala. Tapi kalau nanti tetap tidak bisa, bagaimana? Aku sudah pergi menempuh jarak ribuan kilometer, salah satunya untuk menenangkan diriku. Hatiku. Mencoba menghilangkan orang yang namanya sekarang kuhindari untuk kusebut. Bahkan dalam hati. Tapi ternyata tidak bisa. Masih belum bisa. Mungkin aku yang enggan untuk menghilangkannya dari kepalaku.

If I say, “I miss you,” will you answer me, “I miss you too”?¬†Dan saat ini hatiku masih terikat pada suatu waktu¬†dimana¬†jarum jamnya sedang berhenti berdetak.

About Meuthia Handayani

complicated..

Posted on November 15, 2014, in My Colourfull Days. Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. siapa itu namarapuccino mut? penulis bukukah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: