Nyaris Kehilangan HP (lagi)

Setelah drama HP yang hilang setiap tahun, jadi muales lah rasanya beli HP yang bagus, dalam artian fiturnya lebih dari sekedar sms dan nelfon. Yah, kalau beli yang gituan, kesenengan ntar yang ‘ngedapetin’ HP sayašŸ˜€ Rasanya ‘nyumbangin” HP tiap tahun itu gimana yah?! Bisa disebut dermawan mungkin :p

Salah tiga dari deretan sejarah HP saya -diluar HP yang pertama- dilengkapi dengan fitur selain sms dan nelfon. Gini-giniĀ pernah punya HP yang ada kamera, MP3 sama akses internetnya loh! Haha.. Yah.. sayang ketika semuanya harus gugur ketika usianya mencapai satu tahunšŸ˜¦ Berhubung smasih minta uang untuk beli HP, jadilah saya banting stir.. daripada beli mahal-mahal buat orang.. Eh, btw, salah satu dari tiga HPku yang masuk kasta menengah itu, dibeli dengan modal mbobol celengan.. Yah, atas rasa bersalah sudah menghilangkan HP untuk ketiga kalinya waktu itu :p Tapi waktu itu masih belum tobat atas kehilangan HP yang periodik itu, ludeslah 3 celengan uang recehku, itu isinya bukan receh 100 atau 200 perak, itu isinya 500-an dan 1000an, dan dengan mengharu biru antara rela dan tidak rela mengantarkan uang receh itu ke BI -minta tuker sama uang kertas ceritanya-..

Nah, untuk mencegah jatuhnya HP tersebut ke tangan yang tidak diinginkan, ketika umurnya mendekati setahun, tukaran sama HP adek, yang cuma bisa sms dan nelfon doang, radio pun ga ada, layarnya monokrom pula! Jadilah tahun itu aku ganti HP tanpa dimaling. Periode ganti HP tiap tahun ternyata masih berlanjut, karena HP yang apa adanya itu pun hilang setelah berada di tangankuĀ sekitar satu tahun! Dan aku mulai was-was dengan HP sekarang yang umurnya telah mendekati umur satu tahun…

Nyaris hilangnya HP sih terjadi beberapa kali, tapi ya baru sebatas nyaris. Kalau versi aku sih “itu umurnya belum satu tahun, belum waktunya ilang”šŸ˜€ Tapi semua nyaris hilang ini udah 4 kali, satu kali di HP hasil tukeran, dan semuanya karena aku yang teledor sih, beda sama sejarah kehilangan semua HP yang dimaling -eh, itu kan ada andil teledornya juga yah?!-

Satu-satunya yang terjadi pada HP hasil tukeran adalah pas outbond atau training kalau ga salah. Aku tugas jaga di pos yang awal-awal sih, di kebun semi hutan jati Unand depan PKM. Ketidakberadaan HP di sekitar baru disadariĀ pas udah di pos akhir -setelah semua peserta selesai di pos 1, akuĀ ngikut ke pos berikutnya- jadilah akuĀ meninggalkan itu acara main air -yang sangat ditunggu- kembali napak tilas jalan yang dilalui untuk mencari si HP. Siang itu karena lapar dll akhirnya kembali ke Nurul Ilmi dengan tangan kosong. Status HP dinyatakan hilang untuk sementara. Karena kesibukan (?!) dll, 2 atau 3 hari kemudian baru balik lagi itu ke tengah-tengah kumpulan pohon jati bareng Yuliawati, Alhamdulillah, akhirnya diketemukan terselip antara dedaunan #halah! Tapi, HP ini dinyatakan hilang sekitar 2 bulan setelahnyašŸ˜¦

Selanjutnya datanglah HP merah yang cantik, kelebihannya bisa dilipat-lipat :p, berhubung ga semua HP bisa dilipat-lipat. Setelah kehilangan HP lagi, akusemakin “sadar” dengan siklus satu tahunan itu. Jadi “ya udah si, belum satu tahun ini, pengamanan akan diperketat ketika mendekati usia satu tahun”

Sore itu -walau sudah makan siang-, akuĀ sama Dektik memutuskan untuk makan sore di kafe biologi. Dan jadilah si HP ketinggalan di sana. Itu berita HP ketinggalan di kafe biologi sudah nyampe kost duluan sebelum akuĀ dapet kabar. Ceritanya ada temen yang nelfon, trus diangkat sama Ibu kafe bio, dan sang teman mengabarkan ke kost dan begitulah. Untungnya masih sama Dektik, jadinya bisa menjemput si HP sebelum sampai kost -setelah ditelfon dulu tentunya-, trus pas pulang disambut dengan “Kak, HP kakak ketinggalan di kafe bio ya?” :p

Yang ini saya rada ga jelas gitu loh. Kejadiannya waktu KP di Lab Mikro.Menurut penuturan terangka, aku meninggalkan si HP di jendela luar sewaktu istirahat. Secara dapetnya sinyal di sekitar jendela doang, jadi pas mau sms nangkring di deket jendela. Tapi ga inget lah meninggalkan si HP pas jam istirahat. “Disadarkan” ketiadaan HP oleh para pelaku menjelang pulang. Ngejemput si HP ke Lab Pangan karena kata “komplotan pelaku” ada sama Bagus yang notabenenya di Lab Pangan. Eh, si Bagusnya ga tau, akhirnya kembali ke Lab MIkro dan mendapatkan HP sudah kembali berada di dalam tas!

Yang terakhir kemaren, aku meninggalkan si HP waktu lagi kelompokan. Pas udah kelompokan menghilang ke kafe Bengkok, di tengah-tengah makanĀ baru nyadar kalau ga ada si HP, ya sudahlah, mulai pasrah karena umurnya yang nyaris setahun. “Ya sudah si” sambil minta sms-kan sama temen yang pas kelompokan duduk di sebelah aku, siapa tau terjatuh dan disimpankan gitušŸ™‚ Ga ada balasan. Lanjut makan dengan santainya. Selesai makan, pas nyampe salasar menanyakan “ada yang lihat HP cantik aku ga?!” Nihil, ga ada HP yang ketinggalan disana. Beralih ke lantai dua. Untung masih ada Andry dan seorang lagi yang aku belum tau namanya, jadi diketahuilah si HPĀ memang ketinggalan dan diamankan kak Dhika.Ā Dalam hati akuĀ sih “yaaaah, ga jadi ilang” :p kan batali HP baru, h0h0

Walau pun ini HP cuma bisa buat sms sama nelfon aja, ini tetaplah HPku yang berharga..Kenapa? karena ini HPku satu-satunya.. hoho.. Selamat datang kembali HP cantikšŸ˜€

About Meuthia Handayani

complicated..

Posted on October 26, 2013, in My Colourfull Days. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. masih rezeki ya, gak jadi hilang hp nya,,

  2. lain kali selalu waspada yah.. untung engga jadi hilang..
    hehe, aku juga sering kok, pertama kali ke jakarta hpku langsung hilang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: