Itu Kata-kata Seorang Ibu

Ad : (Diindonesiakan dengan tidak baik dan tidak benar)

Uni, mama nanya, kapan uni mau nikah?
mama mau siap2 (nyiapin uang maksudnya)

Uni : (suara meninggi, tanpa mengalihkan pandangan dari facebooknya)

Ah, apaan sih! Gw ga suka hidup gw diatur-atur!

===============================================================

Kejadian yang terjadi ketika aku mengunjungi ke tempat salah seorang teman. Dialog masih berlanjut beberapa menit dengan tokoh “aku” melibatkan diri, sampai akhirnya “aku” undur diri. Entah dialog masih berlanjut atau tidak setelahnya…

Jawaban yang mengenaskan untuk pertanyaan dari seorang Ibu walaupun sang Ibu tidak berada di sana #menurutsaya. Sempat terdiam tanpa kata sebenarnya. Well, walaupun ga suka dengan pertanyaan itu, tapi kan #menurutsaya bisa dijawab dengan pilihan kata yang lebih baik. Walaupun melalui perantara, itu tetaplah pertanyaan seorang Ibu. Apalagi maksud dari sang Ibu baik, menyiapkan dana, yah.. menikah butuh dana bukan? Menghadiri akad dan resepsi pernikahan pun sudah cukup untuk mengetahui, bukan dana yang sedikit. Terlebih, yah… sang Uni tadi bukan anak satu-satunya, masih ada sang adik (dan mungkin adik yang lainnya) untuk dipikirkan kelanjutan sekolahnya, kelanjutan dapue juga. After all, #menurutsaya itu bukanlah suatu bentuk mengaturan.

Ibu saya sendiri kerap bertanya nanti melanjutkan apotekernya dimana? bulan apa? biayanya berapa? Mendengar tempat yang berbeda pun memang timbul tanya, ‘kok ga “disini” saja’ atau ‘memangnya kenapa kalau “disini”?’ Seingatku, tidak pernah ada nada mengatur atau intruksi dalam pertanyaannya.

Semata-mata karena perencanaan keuangan saja, yang well, sampai sekarang saya masih minta. Bulan sekian pembayaran SPP, bulan sekian adek masuk kuliah, bulan sekian si adek minta les, bulan sekian si adek masuk SMP dengan jumlah sekian sekian. Disamping bulan sekian dengan jumlah sekian pun masih ada kebutuhan harian yang harus dipenuhi.

Well, its not easy being a mother. Walaupun tanpa tatap muka dengan hanya melalui telepon, ataupun lewat perantara orang lain, itu tetaplah kata-kata dari seorang Ibu. Dengarkanlah, kalau perlu dijawab, jawab dengan perkataan yang baik.

About Meuthia Handayani

complicated..

Posted on November 16, 2012, in Shoutbox!!! and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. bayangkan jika ibu g pernah peduli…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: