Ibuk, Potret Sebuah Keperkasaan

Baru sampai Padang udah ke Gramed lagi? Apa pasal? Gramedia Bengkulu lagi diskon-diskonan… Berhubung novel yang didiskon di Bengkulu aku udah punya, mari cekidot ke Gramedia Padang.. hmh… rada kecewa.. tak ada novel yang didiskon….

Teringat conan 68 yang sudah keluar.. mau ga mau harus dibeli…🙂.. Sayang rasanya jauh-jauh ke Gramed cuma bawa pulang buku sebiji, komik pula.. Akhirnya setelah muter-muter, pilihan jatuh kepada Ibuk, by Iwan Setyawan. Well, sebenernya bukan baru saja tertarik, tapi sudah pernah tertarik, namun ditahan-tahan.

Kenapa tertarik? Judul dan cover barangkali. Ibuk, pakai koma (,), apa ya… menurut saya tidak ada kata titik untuk menuliskan, melukiskan, dan mengungkapkan jasa-jasa dan mengucapkan terimakasih kepada Ibu. Warna covernya yang coklat coklat gimanaaa gitu….

By the way, siapa itu Iwan Setyawan, sebenernya ga tau juga.. Rada bingung juga ketika di cover belakang buku ditulis “novel karya penulis best seller…..” Lah, emang nih orang novelnya yang mana tiba-tiba udah ada label penulis best seller. Dan baru terkuaklah ketika membuka halaman terakhir buku kalo Iwan Setyawan merupakan penulis 9 Summers 10 Autumns, yang jujur tidak saya lirik. Jadi, maaf saja jika saya tidak terlalu mengenal sosok Iwan Setyawan.

Baiklah, melihat ke isi bukunya..

Bagian pertama bercerita mengenai perjalanan cinta Tinah dan Sim.  Diceritakan dengan sederhana dan tidak berlebihan menurut saya. Selanjutnya cerita beralih pada sosok Tinah dan Sim yang telah menjadi Ibuk dan bapak. Bagaimana perjuangan Ibuk dan Bapak dalam keterbatasan pendidikan dan ekonominya membesarkan 5 orang anaknya, Isa, NaniBayek, Rini, dan Mira.

Setengah perjalanan, fokus cerita berganti kepada tokoh Bayek menjelajahi New York. Musim demi musim dilewati Bayek mengirim uang untuk membangun perekonomian keluarganya. Over all, Bayek sukses melunasi hutang-hutang keluarganya, membangun perekonomian keluarga, dan membantu perekonomian saudarinya. Sepulang ke Indonesia Bayek pun alih profesi menjadi penulis dan jadi cukup sibuk dengan berbagai talk shownya. And the end, cerita ditutup dengan meninggalnya tokoh Bapak.

Tetapi….

Rada sangsi dengan pemilihan judul Ibuk, ntahlah.. karena menurut saya cerita tidak terfokus pada sosok Ibuk, selanjutnya cerita berganti pada kehidupan Bayek, dan selanjutnya fokus cerita berganti pada sosok Bapak. Ntah kenapa Ibuk yang judul dipilih menjadi judul buku ini, kedekatan emosional mungkin. Karena peran sosok Ibuk semakin berkurang memasuki pertengahan cerita. Masih menurut saya, judul Ibuk, tidak menggambarkan isi cerita, entahlah.

Saya sendiri belum membaca 9 Summers 10 Autumns, tapi terlintas pikiran bahwa cerita ini masih berasal dari ide yang sama, namun dilukiskan dengan gaya yang sedikit berbeda. Autobiografi dalam bentuk novel barangkali. Pemilihan kata-kata juga (masih menurut saya) masih kurang tajam dan apa adanya. -Well, walaupun pilihan kata-kata saya sendiri masih tidak ada apa-apanya-

Novel ini sukses menggambarkan kegigihan Ibuk dan Bapak, terutama Ibuk, memperjuangkan agar anak-anaknya sama dengan anak-anak yang lain. Dengan begitu kerasnya. Ibuk yang selalu mendo’akan anak-anaknya agar sukses. Cerita pun mengharu biru di penghujung karena sakitnya Bapak yang sepuh. Sebuah cerita keluarga yang dikemas dengan apik.

Bolehlah kiranya saya mengutip kata-kata Ibuk kepada Isa ketika Isa mengutarakan keinginannya untuk melanjutkan ke SMP..

“Koen kudu sekolah. Uripmu cek gak soro koyok aku, Nduk! Aku gak lulus SD. Gak iso opo-opo. Aku mek iso masak tok. Ojo koyok aku yo nduk! Cukup aku ae sing gak sekolah….”

About Meuthia Handayani

complicated..

Posted on August 26, 2012, in My Library and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: