Berceminlah!

Berceminlah,

Tapi bukan untuk takjub pada bayang-bayang. Menjadikan sesama peyakin sebagai cermin berarti melihat dengan seksama. Lalu, saat kita menemukan hal-hal yang tak terkenan di hati dalam bayangan itu, kita tahu bahwa yang harus kita benahi bukanlah bayang-bayang. Kita tahu, yang harus dibenahi adalah diri kita yang sedang mengaca. Yang harus diperbaiki bukan sesama yang kita temukan celanya, melainkan pribadi kita yang sedang becermin padanya. (“Dalam Dekapan Ukhuwah”, Salim A. Fillah )

 

“…Walaupun kamu membelanjakan semua (kakayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka… (QS: Al-Anfal: 63)”

About Meuthia Handayani

complicated..

Posted on June 10, 2012, in Oase and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. like this…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: