Yang Terekam dan Tak Terlihat

Sejak santer diberitakan BBM akan naik, mau tak mau saya yang sangat tidak doyan politik jadi melahap politik juga, yah, berhubung semua headline menyajikan tentang aksi, koalisi, bentrok, dan buat saya pribadi, rakusnya DPR (izinkan saya generalisasi saja)

Aksi penolakan BBM pun berlangsung di banyak tempat, ga cuma mahasiswa, ada elemen masyarakat yang ikut bergabung, bahkan di Padang, ada siswa yang memakai seragam pramuka ikut bergabung dalam rombongan.

Tetapi sangat disayangkan, di beberapa daerah, aksi ini sempat berlangsung ricuh, sehingga tak terhindarkan lagi “bentrok” dengan polisi. Ya, disayangkan sekali, aksi yang ditujukan menginspirasi ini menuai kecaman, bahkan dari rakyat “biasa” yang diperjuangkan haknya.

Tapi ada yang terlewatkan.. atau mungkin tidak terekam

 

Kenaikan BBM “diramalkan” akan berdampak besar dan tentunya sangat menyita perhatian, terlebih bagi mahasiswa yang berlabel “Agent of Change, Iront stock, & Social Control”. Mungkin, bagi kalangan high class, ga masalah lah, naik 1.500 pun, tapi pada kenyataannya, ini bukan jumlah uang yang sedikit. Ketika BBM naik, tidak diragukan lagi, kebutuhan lainnya akan berangsur naik. Dan seperti biasa, harga kalau sudah naik, sangat susah sekali untuk turun kembali. Hufh…

Oh ya, saya pro ke BBM tidak naik..

Gubernur Bali, yang maaf, tidak saya ingat namanya memenuhi permintaan mahasiswa yang meminta (atau mendesak?) menandatangani spanduk penolakan kenaikan harga BBM yang akan dikirim ke Istana Negara. Pun beliau tetap memberi pengertian bahwa keputusan bukan beada di tangan beliau, melainkan keputusan dari pusat. Dan, yah.. memang begitulah.. beliau hanya bisa menyampaikan, memberi pendapat, bukan membuat keputusan. Begitu pun dengan kepala daerah yang lainnya.

 

Permasalahan BBM memang penting, tetapi juga ada permasalahan lain yang juga penting bagi masa depan pendidikan, yaitu RUU PT versi DPR RI. Seharusnya UU PT ini deadline pada Desember 2011, namun pada kenyatannya di-pending pembahsannya pada tahun ini. Well, pemberitannya tidak terlalu santer seperti aksi protes kenaikan BBM, walaupun sudah ada banyak pihak dan aksi yang memprotes draft RUU PT tersebut. Sebut saja dari pihak Muhammadiyah, IDI, UGM, UI, UNY, Unhas, hmh,, itu yang terekam hingga saat ini, maaf jika berita protes yang teringgal.

Dalam RUU PT terdapat pasal yang menjelaskan bahwa salah satu kewajiban mahasiswa adalah ikut menanggung biaya penyelenggarakan pendidikan. Hal itu bertentangan dengan UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara wajib mencerdaskan kehidupan bangsa, dan menjadi celah awal bagi legalnya pembebanan tanggung jawab pendanaan pemerintah kepada masyarakat. Hal tersebut dinilai melepaskan peran negara dalam hal pembiayaan. Otonomi pembiayaan ini menyebabkan munculnya proyek-proyek di dalam Universitas. Pendidikan tidak lagi menciptakan intelektual, tetapi berorentasi pada pasar dan keuntungan.

Rencana internasionalisasi Pendidikan Tinggi (PT) yang tercantum dalam RUU PT juga mendapat banyak penolakan, menyusul adanya rencana kebijakan yang memperbolehkan Perguruan Tinggi Asing (PTA) masuk ke Indonesia. Ada yang menganalogikan bolehnya PTA ke Indonesia seperti masuknya produk China ke Indonesia, ujung-ujungnya, produk dalam negri kalah saing. Dan begitulah, wakil-wakil rakyat harus lebih memperhatikan orang yang diwakilinya.

 

Oh iya, salut terhadap BEM UI 2012, meskipun ada yang tidak suka atas keberadannya di dalam gedung parlemen. Strategi. BEM UI memiliki strategi yang  berbeda. Menurut saya keberadaan BEM UI di dalam parlemen bukan untuk mengeksklusifkan diri seperti tweet yang muncul di TL saya. Mereka berada di parlemen tentu tidak asal masuk, tentu melewati proses lobi dan memerlukan perizinan, dan bukan lantaran mereka memakai jaket kuning maka mereka bisa masuk. Buktinya ada perwakilan dari BEM ITB, Unpad, UNSRI, dan STT PLN di balkon ruang sidang. Protes yang mereka -mahasiswa UI- sampaikan di tengah sidang, -masih menurut saya- bukan untuk membuat chaos atau tidak “menghormati” ruang sidang. Kita yang tidak menyaksikan langsung saja geram, kesal, marah, apalagi yang menyaksikan langsung. Dan protes mereka beralasan, saya kira begitu.

antaranews.com

Di samping protes BBM pun mereka juga melancarkan protes RUU Pendidikan, dan audiensi dengan beberapa fraksi di DPR. Yang well, sampai saat ini, saya belum dapat berita press release-nya. Mungkin dapat di cek ke website BEM UI untuk lebih pasti.

After all, semoga perbedaan pendapat, ataupun perbedaan strategi ini tidak mengurangi esensi dalam pergerakan dan perjuangan ke depannya. Ketika ada hal yang menyimpang, maka ingatkanlah, agar tidak menodai nilai perjuangan tersebut dan tidak balik menuai kecaman. Semoga menjadi bahan evaluasi dan pelajaran untuk kedepannya.

Jaya Mahasiswa!

About Meuthia Handayani

complicated..

Posted on March 31, 2012, in Shoutbox!!! and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: