Indonesia vs Apresiasi

Menurut jam di kompi aku… sekarang menunjukkan pukul 01. 20 WIB. Dini hari. Ada apa gerangan hingga pada saat ini masih terjaga?

Menikmati pesta milad twitter? Of course not,

Berharap menjadi orang pertama yang mengucapakan “Selamat Hari Air Dunia…..”*dengan wajah sumringah ? tidak, aku bahkan baru mengecek kalender jam 1 tadi,,,

I am writing, haha…, membiarkan jemari ini menari di pentas keyboard kompi… *haxhax

Seharian ini kerja aku writing ke writing terus,, dan masih hingga saat ini..

 

Kemarin, dimintai tolong oleh Bunda untuk membantu menyelesaikan Proposal Hibah Penelitian Dikti. Actually, kemarin lusa cuma diminta untuk membuat rancangan anggaran dana, tapi pagi kemarin -catet : sekarang udah dini hari- diminta tolong untuk menggabungkan proposal. Dalam kata lain, membuat satu proposal utuh, tidak, bukan membuat, yah, menggabungkan mungkin *akhir-akhir ini sepertinya kosakataku hampir habis, needs more..

Garis besar sudah ada, bahan sudah ada, tinggal menggabungkan dan melengkapi, tapi ya itu, buanyaknya.. Tadi pagi hingga saat ini sudah merampungkan daftar isi, CV dengan banyak sekali anak-anak di dalamnya, sampai J kalau ga salah, metoda penelitian, dan hanya sebatas rancangan dana saja, yang masih berlangsung hingga saat ini.

Dana yang “diperebutkan” tidak banyak, hanya 50 juta pertahun, itu sudah include gaji peneliti. Jadi gaji peneliti yang kami anggarkan secara total hanya 12 juta, sudah termasuk gaji 2 teknisi dan 1 anggota pengaju penelitian. Hanya 12 juta untuk gaji, satu tahun!!!

Bandingkan! Normalnya, gaji peneliti di Indonesia itu saat ini 6 juta per bulan, sedangkan di kawasan Asia Tenggara (selain Indonesia) gaji peneliti itu 60-70 juta per bulan, dan bahkan ni negara maju bisa mencapai 100 juta per bulan!!! See???!

Thats why, seharusnya kita sangat tidak heran sekali dengan minimnya inovasi di Indonesia, minimnya jurnal, minimnya paten!!! Ketika, oraang-orang yang memiliki kompetensi untuk mengangkat derajat Indonesia itu tidak dihargai. Dan orang-orang yang berkompeten itu dilirik oleh negara lain dan mendapatkan apresiasi lebih *well, sudah banyak contohnya, maka apakah yang tertinggal di Indonesia?

Jika ada yang hobby menonton kick andi! mungkin pernah mengikuti tayangan atlet yang berprestasi (maaf saya lupa nama dan bidang apa) hidupnya sangat memprihatinkan. Bahkan beliau menjual piagam dan pialanya satu per satu untuk biaya hidup keluarga. Alhamdulillah, Bapak Menpora pada waktu itu memberi rumah dan maaf lagi saya tidak ingat.

Ketika orang-orang yang mewakili kita duduk di pemerintahan telah terlena dengan gelimangan harta, maka hal lain yang harus mereka perjuangkan bukanlah hal yang penting lagi, ketika semua janji kampanye telah dikeluarkan dan dibiarkan menguap tanpa ada embun yang membuatnya kembali..

About Meuthia Handayani

complicated..

Posted on March 21, 2012, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: