Aku, Tentang Tugas Akhir

Final project…

Tentunya ini kata yang “sakral” bagi para mahasiswa tahun akhir . . .apalagi yang overdosis..

Jangan cari yang susah atau lama, nanti  kalau dikasih yang susah atau rada lama, bilang aja sama pembimbingnya kalau ga mau, utarakan alasannya”

ada salah seorang teman yang sering memberi nasehat kepada salah seorang teman yang baru mengajukan tugas akhirnya.. dan bunyinya ga jauh-jauh berbeda dengan statement diatas…

hmh… susah dan mudah ini dari kacamata siapakah?

Parameter susah dan mudah ini bagaimana?

Mungkin hal ini lah yang harus ditegakkan terlebih dahulu.

 

Ada seorang adik yang berceloteh “*** nanti tugasnya mau mengamati bakteri pada es aja lah. Ada senior *** yang penelitiannya kayak gitu. Gampang, ga usah yang susah-susah”

Dan aku pun terdiam…

*siiiinggggg

Entah berapa banyak orang yang berpikiran seperti ini..

Mungkin ada sebagian hati kecilku yang sepakat dengan hal ini. Kalau ada yang gampang ngapain dibikin ribet, kalau ada yang cepet, ngapa pilih yang lama, kalau ada yang gampang kenapa pilih yang susah! Gitu kali ya….

Aduh, tapi lama-lama makin abal-abal aja penelitian ini. Mau cepet, mau gampang, susah dikit ngeluh. Mulai ngebandingin ma yang lain. Lebih jauh, “kenapa aku dulu milih bidang ini?!!!” doH!!

Sumthing like that.. sumthing like that..

Oke, bukan berarti ga ada nilai scientific-nya. Tapi plis lah..

Ntah di level mana penelitian yang ini. Mau dibawa kemana, untuk apa..

Kalau banyak yang mau gampang aja, ya wajar saja, ketika indeks atau apalah itu namanya pokoknya yang ada hubungannya sama pendidikan, publikasi, dll kalau rendah. Menurut aku ya karena mindset yang tidak terbentuk dan dibentuk dari awal.

Sayang otak ga dipake buat mikir.

 

Kenapa ga kita ganti pertanyaan,

“mana yang lebih cepat?” atau “mana yang lebih gampang?”

Dengan

“mana yang lebih bagus?” atau “mana yang nantinya akan lebih berguna?”

Can you???

 

Mungkin catatan untuk pemerintah, DANA. Daripada untuk ngebeli kursi ruang DPR, yang ujung-ujungnya dipake buat tidur waktu rapat, lebih bagus lagi dana-dana itu dialokasikan untuk beasiswa penelitian. Lebih bermutu jadinya, setiap yang penelitian pun tidak tersandung biaya lagi.

 

Kita coba jadikan penelitian atau pun tugas akhir kita ini lebih long lasting, lebih berguna, sehingga ketika ketika kita ditanya, kita dapat menyebutkannya dengan kepala tegak, dengan bangga.

About Meuthia Handayani

complicated..

Posted on January 30, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: