Brine Shrimp Lethality Test

Senyawa aktif hampir selalu toksis pada dosis yang tinggi. Oleh karena itu, daya bunuh in vivo dari suatu senyawa terhadap hewan dapat digunakan untuk menapis ekstrak tumbuhan yang mempunyai bioaktivitas serta memonitor fraksi bioaktif selama fraksinasi dan pemurnian.

Salah satu organisme yang sesuai untuk hewan uji tersebut adalah brine shrimp (udang laut). Metoda ini menggunalan hewan uji Artemia salina Leach yang merupakan udang-udangan primitif, sederhana, dan efektif dalam ilmu biologi dan toksikologi. Udang laut sudah digunakan untuk berbagai sistem bioassay, yaitu untuk menganalisa residu pestisida, mikotoksin, anestetik, polutan pada air sungai, toksin dinoflagellata pada senyawa morfin, toksisitas pada dispersan minyak, dan karsinogenik ester phorbol.

Prosedur penentuan LC50 dalam /ml dari ekstrak dilakukan dalam medium air asin. Besarnya aktifitas dari ekstrak ditunjukkan sebagai toksisitas terhadap larva udang. Pengujian Brine Shrimp Lethality Test (BST) ini dimaksudkan untuk menguji efek toksik dan sitotoksik yang terdapat pada suatu senyawa kimia.

Metoda uji aktifitas brine shrimp:

1. Air laut dimasukkan ke dalam tangki kecil dan masukkan telur udang ke dalam salah satu bagian dari tangki, tutup bagian ini.

Lampu yang terletak pada sisi lain dihidupkan untuk menarik udang melalui lubang pembatas. Larva udang siap digunakan setelah berumur dua hari

2. Setiap fraksi diuji pada konsentrasi 1000, 100, 10 μg/ml. Setiap perlakuan dilakukan dengan tiga kali ulangan.

3. Cara penyiapan sampel:

20 mg sampel dilarutkan dalam 2 ml pelarut (20 mg/ 2 ml). Dengan menggunakan syringe, larutan sampel dipindahkan ke dalam botol masing-masing 500, 50, 5 μl. Pelarut diuapkan dengan nitrogen dan vakum tinggi selama 12 jam.

atau

Sampel dilarutkan dengan DMSO, maksimum 50 μl per 5 ml larutan garam. Konsentrasi DMSO yang lebih tinggi dari 50 μl/ 5 ml akan berakibat toksik pada larva udang. Untuk kontrol, gunakan DMSO.

4. Ke dalam masing-masing botol yang telah berisi larutan sampel, dimasukkan 5 ml larutan air garam dan 10 larva udang.

5. Setelah 24 jam, dihitung jumlah larva yang masih hidup, kemudian dihitung LC50 dari hewan uji.

Pustaka

Hosettmann, K. 1991. Methods in Plant Biochemistry, vol 6. Newyork : Academic Press

Meyer, B.N. 1982. Brine Shrimp Agregaat Convenient General Bioassay for Active Plant Constituens. Planta Med 45. 31-34

About Meuthia Handayani

complicated..

Posted on July 23, 2011, in Pharmacy Corner and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: