Karena Kita Memang Harus Serius

Masalah? Ada yang ga kenal? Setiap yang hidup pasti punya masalah..  datang silih berganti.. bahkan berbarengan.. dan membuat kita.. ah.. jangan sampai menyerah deH…

Dalam mengadapi masalah yang ada, kita benar-benar harus serius, tidak boleh bertindak gegabah. Harus ada rencana dan tahapan yang kita tata. Jika tidak, maka waktu akan berlalu tanpa membawa perubahan yang berarti.

Diantara tanda-tanda keseriusan kita adalah

Pertama, Ikhlas dan selalu berbuat sesuai dengan tuntunan ALLAH dan Rasul-Nya. Ikhlas merupakan salah satu pertanda yang pokok antara seorang yang bersungguh-sungguh dengan yang main-main. Orang yang tidak ikhlas, maka akan berujung pada dua kemungkinan: dia seorang munafiq atau riya’. Keduanaya adalah wujud dari orang-orang yang tidak memiliki pendirian. Ia gamang dalam melakukan sesuatu dan takut dalam bertindak. Hanya orang-orang yang ikhlas yang dapat bertindak dengan tegas.

Kedua, bersikap adil dan pertengahan. Serius bukan berarti ekstrim atau berlebihan, namun maknanya adil dan pertengahan. ALLAH melarang sikap ghuluw (ekstrim). Rasulullah memberitahukan ghuluw merupakan sebab kerusakan dan kehancuran. Sikap pertengahan akan dapat memelihara kelangsungan suatu amal, kontinuitas dalam ketaatan, dan menjaganya agar tidak terputus atau mengalami kebosanan.

Ketiga, intens dalam ketaatan. Seorang mukmin yang serius akan intensif melakukan ketaatan dan mengambil setiap kesempatan untuk melaksanakan berbagai bentuk ibadah. Iman bertambah dan berkurang. Ia berbanding lurus dengan ketaatan dan kemaksiatan. Mempertahankan ketaatan akan membuka pintu-pintu kebaikan. Ikut andll dalam kebaikan merupakan penambah keimanan sekaligus merupakan bukti dari kesungguhan muslim beribadah.

Keempat, mempunyai tujuan yag jelas. Seorang muslim, meskipun berbeda profesi, namun memiliki tujuan pokok dan prinsip hidup yang sama, yakni mencari keridhaan ALLAH dan pahala disisi-Nya. Karena itu, seorang muslim menjadikan seluruh aktivitasnya sebagai bentuk ibadah, wasilah, dan sarana untuk mencapai tujuan pokok tersebut. Dengan tujuan ini maka kita dapat menjadikan tidur, makan, minum, kesibukan, dan juga waktu luang kita sebagai bagian dari ibadah yang mendapatkan pahala, jika diniatkan dengan benar ketika melaksanakannya.

Kelima, mempunyai kemauan yang tinggi. Mereka yang berkemauan tinggi membenci kemalasan,, tidak mudah bosan, dan tidak suka berleha-leha. Keinginannya selalu menggiringnya kepada permasalahan besar. Diantara mereka da yang serius dalam menimba ilmu, ada yang serius dalam beribadah, ada yang serius dalam menerapkan akhlak. Dengan keseriusan dsn kesungguhan mereka mampu berpindah dari dari satu kondisi ke kondisi yang lebih sempurna, dari satu kedudukan ke kedudukan yang lebih tinggi, dan seterusnya hingga ajal menjemput.

Keenam, berteman dengan orang yang serius. Manusia akan terpengaruh dengan teman sepergaulannya. Jka seseorang berteman dengan orang yang senang berbuat sia-sia, main-main dalam hidup, senang kepada kebatilan, menyia-nyiakan waktu, maka dia pun akan terpengaruh oleh mereka dan menjadi satu bagian dari mereka.

Ketujuh, tegar menghadapi masalah. Orang yang bersngguh-sungguh akan tegar dalam menghadapai masalah dan tidak lari darinya tanpa berusaha mencari solusinya. Dia hadapi masalah drngan bijak dan tenang, dan ia jadikan itu sebagai tonggak untuk memulai langkah baru, sehingga dengan kemampuan dan pikiran yang telah ALLAH berikan permasalahan akan terselesaikan. Jalan keluar dari berbagai masalah akan diperoleh.

Di antara yang perlu diperhatikan adalah mencari waktu yang tepat untuk menyelesaikan masalah, yakni waktu-waktu yang lapang dan tenang untuk dapat merenungdan mencurahkan pikiran dengan maksimal. Selain itu terkadang juga diperlukan untuk meminta pendapat dari pihak lain, terutama rekan-rekan yang diketahui responsif dan mempunyai kemampuan berfikir dengan teliti dalam mengambil suatu maslah.

Kedelapan, berpandangan universal. Seorang muslim yang bersungguh-sungguh tidak pilih-pilih dan tidak juga setengah-setengah dalam melaksanakan agamanya, tapi ia akan total, sebagaimana diperintahkan ALLAH dalam ALBaqoroh ayat 208 “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam islam keseluruhannya”.

Bukan cermin keseriusan bila hanya mengerjakan perkara0perkara yang mudah dan enggan dengan kewajiban lainnya.

Kesembilan, tidak menunda-nunda waktu. Seseorang yang berjiwa serius pantang menunda-nunda waktu dan tak mau bersandar pada angan-angan dusta. Tetapi ia bersedia untuk melakukan ketaatan, menyibukkan diri dengan ibadah, dan aktivitas yang berguna. Dia tidak mengatakan “Nanti saja aku bertaubat”, besok saja akuinstropeksi diri”, dan lain sebagainya. Dia kerjakan sholat dengn baik dan tepat waktu, membaca AL-Qur;an dan merenungkan isinya. Dia tidak mengatakan “Nanti aku akan sholat dengan baik dan banyak membaca Al-Quran”.

Termasuk salah satu pendorong kesungguhan adalah dengan melihat perjalanan hidup para nabi dan sahabat yang penuh dengan kesungguhan dalam hidup mereka. ALLAH berfirman dalam surat Yusuf ayat 12 “ Sesungguhnya pada kisdah –kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang memiliki akal”.

Kesepuluh, menjauhi sikap glamour dan mewah. Setiap orang yang beramal sepakat bahwa nikmat itu tidak dapat diperoleh dengan berleha-leha dan kemuliaan itu tidak akan tercapai kecualai dengan susah payah. Maka menghindari gaya mewah dan menjauhi sikap berlebihan merupakan jalan untuk mencapai tingginya himmah (keinginan)

*taken from Sabili, Edisi 4 Th.XIV, 7 September 2006/ 14 Sya’ban 1427

About Meuthia Handayani

complicated..

Posted on July 1, 2011, in Oase. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: