Mengadopsi dan Memodifikasi, bukan Menyalin…

Well, syukur Alhamdulillah, saya hidup di zaman yang serba express, serba cepat, dan serba mudah.. Bersyukur karena kita tidak perlu berjalan jauh untuk menuju suatu tempat.. sekarang sudah ada sepeda, becak, motor, bahkan mobil.. tinggal kita pilih merk-nya.. begitu juga untuk menempuh jarak antar pulau.. tidak perlu menempuh jarak berhari-hari.. ada yang namanya pesawat.. dalam hitungan jam kita sudah menyebrangi pulau..

Arus modernisasi, globalisasi, atau apa pun itu namanya.. ternyata sangat merusak budaya ketimuran Indonesia..*sepertinya tidak diragukan lagi

karena apa? kita tidak bisa memilah mana yang cocok, dan mana yang tidak cocok bagi kita, sehingga bukannya kita filter dan kita adopsi dan  modifikasi, namun malah kita adopsi utuh tanpa mempertimbangkan, “bagaimana nasib Indonesia selanjutnya?”

dan wow.. bukan hanya berdampak baik, namun ternyata lebih banyak membawa dampak negatif.. mungkin kita mata pelajaran kesenian daerah hanya sebatas mata pelajaran Muatan Lokal di tingkat sekolah dasar

Sangat berterima kasih atas adanya internet.. suatu hal yang patut disyukuri.. dengan internet, semua proses administrasi menjadi lebih mudah.. arus informas idapat diakses dengan cepat.. Masih sangat berterimakasih atas adanya internet.. karena dengan adanya situs jejaring sosial, kami dapat bersua dengan teman yang entah saat ini berada di mana.. namun jangan dilupakan juga, kegiatan mengupdate status sungguh sungguh melenakan dan memakan waktu.. sekaligus menyebalkan terkadang bagi yang membacanya.. siapa coba yang mau setiap saat disuguhi “makan apa malam ini?”,, “bangun kesiangan” atau berbagai status sepele, yang bahkan menunjukkan kekurangan kita.. sejak kapan bangun siang merupakan suatu kebanggaan?

ga cukup hanya internet, bahkan kebudayaan semakin tergerus, kalau ada iklan, besar-besar, tulisannya, “Tersedia, Rumah Model Amerika di Indonesia”.. duh! miris aja.. kenapa harus Amerika yang dijadikan patokan sih, padahal Indonesia kaya akan budaya daerahnya.. Kenapa harus menjiplak gaya Amerika, padahal banyak sekali ciri khas Indonesia yang bisa di jadikan ciri khas dalam suatu karya arsitektur, Atap rumah adat minang misalnya.. kapan kita akan tersadar.. perlukah hingga negara asing meng-claim satu per satu kekayaan budaya Indonesia, baru kita membuka mata? Menyadari kekeliruan kita setelah semuanya tergadai?

pastinya sangat banyak sekali contoh lainnya yang menunjukkan penghancuran karakter perlahan-lahan, namun pasti, oleh hantu yang bernama globalisasi, atau pun modernisasi.. apakah kita akan terus menutup mata?

Bagi generasi muda.. yang masih akan terus tumbuh.. yang menjadi tumpuan bangsa.. yang akan merupakan penggerak dari negara ini nantinya.. sadarilah peran kita dari sekarang.. hidup bukan melulu untuk bersenang-senang.. tapi hidup adalah untuk berjuang.. berjuang ‘tuk survive..

karena hidup hanya sekali..dan bahkan satu detik pun tak akan terulang.. marilah kita ciptakan cerita yang harum dan meng-abadi tentang diri kita.. diri yang membawa pengaruh besar pada orang lain.. yang akan diceritakan dari generasi ke generasi.. bahwa kita merupakan bagian dari generasi emas pembawa perubahan.. aamin..

About Meuthia Handayani

complicated..

Posted on March 24, 2011, in Shoutbox!!!. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: