Loiasis

Ini paper tugas parasitologi.. temanya tentang Loiasis.. Lanjutkan!!

Loa loa Infection

Loa-loa merupakan filarial nematoda (roundworm), yang merupakan peyebab loa-loa filariasis atau dikenal dengan Loiasis.  Spesies ini dikenal dengan “eye worm”.

Loa-loa merupakan salah satu dari empat species filarial parasitik nematoda yang mnyebabkan subkutaneous filiriasis pada manusia. Ketiga species lainnya adalah Mansonella streptocerca, Onchocerca volvulus (menyebabkan river blindness), dan Dracunculuc medinensis (guinea worm).

Larva yang telah matang dan dewasa hidup di lapisan subkutan (lapisan lemak) pada manusia. Sedangkan larva yang muda berkembang di dalam tubuh vektornya. Penyakit ini akan menginfeksi manusia melalui gigitan vektor.

KLASIFIKASI Loa loa

Kingdom        : Animalia

Phyllum         : Nematoda

Class                : Chromadorea

Order              : Spiruruda

Superfamily  : Filarioidea

Family             : Onchocercidae

Genus              : Loa

Species            : Loa loa

SINONIM LOIASIS

African eye worm

Loaiasis

Loaina

Loa loa filariasis

Filaria loa

Filaria lacrimalis

Filaria subconjunctivalis

Calabar swellings

Fugitive swellings

Microfilaria diurnal

 

EPIDEMIOLOGI

  • Pada tahun 2009, loiasis dinyatakan endemik pada 11 negara, seluruhnya merupakan bagian dari afrika barat dan afrika tengah
  • Diduga 12 – 13 juta orang terinfeksi loa loa
  • Angka kejadian tertinggi terdapat pada

1.      Kamerun
2.      Kongo
3.      Afrika tengah
4.      Nigeria
5.      Gabon
6.      Guinea tengah

  • Endemisitas terkait dengan habitat dari vektor loiasis, yaitu Chrysops silicea and C. dimidiata
  • Loiasis pernah dilaporkan terjadi di USA, namun terjadi pada travellers yang baru kembali dari daerah endemik

 

MORFOLOGI

  • Memiliki kepala, tubuh, dan ekor
  • Ukuran cacing jantan  <<< Cacing betina

Cacing Jantan, Panjang : 30 – 44 mm, Lebar : 0.35 – 0.42 mm

Cacing Betina, Panjang : 40 – 70 mm, Lebar : 0.5 mm

  • Hidup dalam jaringan subkutan manusia
  • Ukuran Mikrofilaria, panjang 250-300μm, lebar 6-8μm
  • Mikrofilaria khas

memiliki pelindung tubuh saperti sarung

inti memanjang sampai ke ujung ekor

 

VEKTOR

Vektor loiasis merupakan lalat dari genus Crysops

1.         Chrysops silicea (deerflies)

2.         Chrysops dimidiata (mangroveflies)

 

Karakteristik lalat Crysops

  • Penghisap darah
  • Panjang 5-20 mm
  • Ukuran kepala besar
  • Bentuk mulut yang condong ke bawah
  • Sayapnya polos atau berbintik cokelat
  • Larvanya berukuran 1 – 6 cm
  • Membutuhkan waktu 1 – 3 tahun untuk berkembang dari telur hingga dewasa
  • Biasanya hidup di daerah hutan tropis dan habitat berlumpur seperti, rawa-rawa, sungai, dan waduk

Gigitan lalat Chrysops sangat menyakitkan, dan dapat mengakibatkan bekas gigitan yang lebih parah dari gigitan lalat biasa.

 

TRANSMISI

Melalui gigitan vektor (lalat Chrysops)

1.         Chrysops silicea (deerflies)

2.         Chrysops dimidiata (mangroveflies)

 

SIKLUS HIDUP

Spesies yang terlibat dalam siklus hidup Loa loa

  • Loa – Loa
  • Vektor
  • Host ( Manusia)

 

Siklus Hidup

  1. Vektor  Loa loa menghisap darah manusai dan memaparkan  mikrofilaria ke dalam tubuh host dan berpenetrasi ke dalam kulit manusia melalui bekas gigitan
  2. Larva berkembang menjadi cacing dewasa di dalam kelenjar subkutan
  3. Mikrofilaria dapat ditemukan di cairan sum-sum tulang, urine, dan sputum
  4. Mikrofilaria masuk ke dalam tubuh vektor melalui gigitan lalat pada manusia yang terinfeksi
  5. Mikrofilaria melepaskan selubungnya, dan berpenetrasi menuju usus lalat dan bermigrasi ke otot dada lalat
  6. Mikrofilaria berkembanbg menjagi larva stage 1. 
  7. Mikrofilaria berkembang menjadi larva stage 3
  8. Infektif larva (stage 3) bermigrasi ke kelenjar ludah lalat

 

MASA  INKUBASI

Waktu yang dibutuhkan untuk menjadi cacing dewasa 1 – 4 tahun (dalam tubuh manusia)

cacing dewasa dapat hidup hingga selama 17 tahun

 

PATOGENESIS

Loa-loa menginfeksi host dengan berpindah melalui jaringan subkutan di sepanjang punggung, dada, scalpel, dan mata) parasit ini dapat menyebabkan inflamasi pada kulit pada tempat migrasinya

Jika parasit berhenti pada satu tempat dalam waktu singkat, maka akan terjadi inflamasi lokal yang dikenal dengan Calabar Swellings. Hal ini sering terjadi pada pergelangan tangan dan pergelangan kaki, pembengkakan ini hilang ketika parasit kembali bergerak.

Migrasi pada subconjunctiva dapat terjadi, pergerakannya dapat dirasakan oleh penderita, pergerakan di mata umumnya terjadi selama 15 menit.

 

GEJALA

  • Penglihatan terganggu
  • Mata sembap
  • Urticaria
  • Pruritus
  • Calabar swellings

umumnya hilang dalam 2 – 4 hari, namun bisa mencapai beberapa minggu
Penyebab pasti belum diketahui, diduga disebabkan oleh migrasi dari parasit (Loa loa)

  • Peningkatan IgE
  • Peningkatan jumlah Eosinofil
  • Peningkatan jumlah eosinofil dalam darah biasanya menunjukkan respon yang tepat terhadap sel-sel abnormal, parasit, atau bahan-bahan penyebab reaksi alergi (alergen).

Jika suatu bahan asing masuk ke dalam tubuh, akan terdeteksi oleh limfosit dan neutrofil, yang akan melepaskan bahan untuk menarik eosinofil ke daerah ini. Eosinofil kemudian melepaskan bahan racun yang dapat membunuh parasit dan menghancurkan sel-sel yang abnormal. 50-70% eosinofilia sering kali ditemukan pada orang yang terinfeksi Loa-loa, terutama bila terjadi pembengkakan.

 

DIAGNOSIS

  • Blood sample  examination, menggunakan sediaan apusan untuk menemukan mikrofilaria

Menggunakan pewarna giemsa atau hematoxyclin dan eosin

Untuk meningkatkan sensitivitas dapat dilakukan sentrifugasi sampel dalam larutan formalin 2% (cara Knott’s) atau filtrasi menggunakan membran nucleopore

  • Calabar Swellings
  • Immunoassay, untuk mendeteksi antigen

LIPS (luciferase immunoprecipitation assay)

QLIPS (LIPS quick version)

Hanya membutuhkan inkubasi 15 menit

Sensitivitas dan spesifisitas tinggi ( 97% dan 100%)

ELISA

  • Biopsi Subkutan

 

TREATMENT

1. Dietilcarbamazin (DEC)

Mekanisme Kerja

menurunkan aktivitas otot yang mengakibatkan paralysis & menganngu pertahanan microfilaria sehingga mudah dihancurkan

Dosis

8 – 10 mg/kgBB/hari selama 21 hari

Efek Samping

1. Sakit kepala

2. Nyeri otot

3. Mual

4. Muntah

5. Diare

Sediaan Beredar

  • Filarzan (Mecosin )                 Tablet, Dietilkarbamazepin Citrate 100 mg
  • Notezine (Specia)                    Tablets 50 mg
  • Banocide (Wellcome)             Oral solution 10 mg/ml and 24 mg/ml; tablets 50 mg, 100 mg.
  • Hetrazan (Lederle)                  Tablets 50 mg

 

2. Ivermectin

Mekanisme Kerja

mengganggu sistem saraf dan fungsi otot dengan berikatan dengan glutamat-gated saluran klorida sehingga tidak terjadi pengaturan flux ion yang berujung pada paralysis

Efek Samping

1. Demam

2. Nyeri

3. Edema

4. Ocular inflamation

Dosis

150 µg/kg as a single dose.

Sediaan Beredar

1. Stromectol (Amerika Serikat)

2. Mectizan (Merck)                                                        Tablet, 6 mg

3. Ivexterm (Valeant Farmasi Internasional)

 

3. Albendazole

Mekanisme Kerja

  • Menghambat polimerasi dari tubulin dalam mikrotubula  sehingga mencegah pembelahan seluler
  • Menghambat enzim fumarat reduktase  sehingga  mengganggu absorbsi glukosa yang merupakan sumber energi

Dosis

200 mg, 2dd, selama 14 hari

Efek Samping

•     Nyeri epigastric

•     Diare

•     Sakit kepala

•     Demam

Sediaan Beredar

1. Zentel (SmithKline Beecham)                 Tablets 400 mg; Suspension 2%.

2. Eskazole (SmithKline Beecham)            Tablets 400 mg.

 

SURGERY

Pengelolaan infeksi Loa loa pada beberapa kasus dapat melibatkan operasi. Dilakukan penyuntikan  lidokain 2% dengan epinefrin 1:100000 melalui spekulum kawat kelopak. Dilakukan insisi 2 mm dan cacing dibuang dengan pinset. Tetes mata Gatifloxacine dan patch mata digunakan sebagai penanganan pasca operasi.

PENCEGAHAN

1. Vector Elimination

2. Menggunakan baju tertutup dan tebal

3. DEC 300 mg sekali seminggu, bagi yang bepergian ke daerah endemik

About Meuthia Handayani

complicated..

Posted on December 25, 2010, in Pharmacy Corner and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. ada juga ya cacing yg hidup di mata, wah repot nech parasit

  2. mekasih🙂 , sngat membentu🙂,,, tugas jdi lebih gmpng🙂

  3. terimakasih kak, atas pencerahannya🙂

  4. terima kasih, ini bermanfaat sekali🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: