The Architecture of Love in Review

Kerjaan aku mbaca novel aja? Ya ga juga sih. Tapi daripada mbaca buku rada berat yang tebel tebel sangat itu mending aku mbaca novel di daftar waiting list aku. Novel yang udah terlanjur dibeli tapi ditumpukin aja. Bahkan masih lengkap dengan segel plastiknya.

Sangat disayangkan aku gagal ikut PO. Alarm sudah hidup. Email sudah dibikin tinggal kirim send. Website udah dibuka. Entah kenapa aku lupa. Siang itu aku lupa. Trus bingung kenapa aku sampai lupa. Akhirnya ketika buku ini pertama release di Bandung, aku menuju Toga Mas sekedar biar dapet cetakan pertama aja. Kemudian masuk antrian waiting list.

Ini novel Ika Natasha kesekian yang aku baca. Lupakan tentang twitter poll story dan sejenisnya, untuk novel aku memilih menikmati hasil. Dibandngkan dengan novel Ika Natasha lain, aku masih menjuarakan Antologi Rasa. Raia-River belum menggeser si Harris Risjad. Read the rest of this entry

re-read A Very Yuppy Wedding

The first novel of Ika Natasha, kebetulan novel pertamanya yang aku baca. Sekarang sih aku punya sendiri. Dahulu kala sih baca dari hasil minjem. Kalau aku ga salah ke Kak Sisca Dressari. Well, makasih ya Kak Sisc. Akhir-akhir ini kerjaanku bolak balik baca novel. Sekalius milih mana yang mau di keep, mana yang mau dikirim pulang. Well, walaupun bagasi pulang kemarin sudah penuh buku, masih ada buku-buku lain yang harus dipulangkan.

Lifestyle di novel ini mbikin berdecak yang wow. Itu.. tempat makan, belanja, dinas luarnya, bukan aku banget. Da aku mah apa atuh, makan di warteg aja, kalo lagi rada kaya baru lah makan di tempat yang lumayan menyediakan minuman berasa dan berwarna😀. Semua merk itu, well, aduh, gaya hidup si Andrea ini cukup menyesakkan.
Read the rest of this entry

Raja, Ratu, dan Rahasia in Review

Sebenernya Raja, Ratu, dan Rahasia sudah dibeli sejak bulan lalu, cuma belum sempat dibaca. Semacam (sok) sibuk dan semacamnya. So, novel ini sengaja di bawa pulang untuk dibawa kembali ke Bandung, biar bisa dibaca menunggu terbang atau sekedar membunuh bosan di dalam travel. 4 hours is long time enouh.

Why I bought this novel? Hanya karena tergoda oleh novel pertama Wulanfadi. Walau awalnya hanya berniat menemani seorang Amelya shopping, tapi tak urung pulang membawa beberapa beberapa novel. Terjerumus oleh godaan diskon.

 Berbeda dari novel pertama atau entah aku yang mendadak turun pentium, di beberapa bab awal aku harus membalik ke halaman sebelumnya untuk memastikan alur cerita. Percakapan aa Raja-Ratu kok rasanya lumayan lebay, tapi mungkin saja memang begitu percakapan ala ABG di tahun 2000s. Menggelikan. Read the rest of this entry

My Bad…

Kalau buat saya..

Kerja itu ga melulu soal jam kerja. Tapi juga tentang tanggungjawab yang harus diselesaikan.

Euforia Kembali Melihat Rangga

Euforia AADC 2? Ya, aku salah satu korbannya. Akhirnya kemaren sore nonton, setelah sempat gagal di hari pertama. Ya gila aja kalau sudah full sampai pemutaran jam 9. Aku pulang naik apa. Ga sanggup juga duduk di dua baris seat terbawah. Suka si sama Rangga, tapi ga segitunya.

I know you’ve got somebody else in your mind

Somebody far away

– Rangga’s friend, whatever his name is

Read the rest of this entry

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers